Fokus Kita


article thumbnail

246 Pilkada Berlangsung di Indonesia 2010Pada 2010 mendatang, ada 24 [ ... ]



article thumbnail

DPP PDIP ‘Restui’ Paket Wita-Sumer
DPP PDIP sud [ ... ]



article thumbnail

MK Putuskan 2,5 Tahun Menjabat Sama Dengan 1 Periode
Jakarta - Mahkam [ ... ]



article thumbnail

Pilkada Diselenggarakan Serentak 4 Mei 2010 Di Lima Kabupaten/Ko [ ... ]



article thumbnail

Adi Wiryatama: Pilkada Tabanan Harus Sesuai Jadwal Wacana m [ ... ]



article thumbnail

Golkar-Demokrat Perang di Karangasem Upaya Golkar unt [ ... ]



notice
  • Joom!Fish extension not installed correctly. Plugin not executed
  • Joom!Fish extension not installed correctly. Plugin not executed
Golkar-Demokrat Perang di Karangasem PDF  Array Cetak Array  E-mail

Golkar-Demokrat Perang di Karangasem

Upaya Golkar untuk bergandengan dengan Demokrat di semua daerah yang menggelar Pilkada 2010, terancam buyar. Di Karangasem, Demokrat justru menggalang koalisi dengan parpol gurem untuk melawan calon dari Golkar di Pilkada, 4 Mei 2010. Sedangkan di Tabanan, Golkar dan Demokrat sepakat bergandengan melawan calon dari PDIP, seperti halnya untuk Pilkada Denpasar dan Pilkada Badung.

Informasi terkini yang dihimpun NusaBali di Amlapura, Sabtu (28/11), DPC Demokrat Karangasem telah menggalang koalisi dengan PPIB, PNBKI, dan Hanura, untuk mengusung paket Cabup-Cawabup. Belum jelas, siapa paket Cabup-Cawabup yang akan diusung Demokrat bersama koalisinya dalam Pilkada Karangasem 2010. Sederet tokoh independen yang telah resmi nyalon bupati di Demokrat untuk Pilkada Karangasem, antara lain, Wayan Bagiartha (Ketua PHDI setempat) dan I Gusti Lanang Rudiartha (mantan Dirut RS Sanglah). Siapa pun calon yang diusung Demokrat di Pilkada Karangasem nanti, mereka pastinya akan bertempur melawa calon dari Golkar (yang kemungkinan mengusung kembali figur incumbent Wayan Geredeg sebagai Cabup) dan calon dari PDIP (kemungkinan besar mengusung tokoh independen Wayuan Sudirta sebagai Cabup).

Ketua DPC Demokrat Karangasem, I Gusti Putu Widjera, membenarkan partainya sudah membangun koalisi dengan Hanura, PNBKI, dan PPBI untuk mengusung calon sendiri ke Pilkada. “Partai Demokrat sudah membentuk koalisi. Lebih lanjut, nantinya Tim 9 akan menjelaskannya, Senin (30/11),” ungkap IGP Widjera kepada NusaBali di Amlapura, Sabtu kemarin.

Tim 9 selaku penyelekasi pasangan Cabup-Cawabup terdiri dari 3 utusan DPC Demokrat Karangasem, 3 utusan DPD Demokrat Bali, dan 3 utusan DPP Demokrat. “Demokrat bukan saja berkoalisi dengan PPIB seperti diwacanakan sebelumnya, tapi juga dengan partai lain yang memiliki kursi di DPRD Karangasem,” tandas mantan Wakil Bupati Karangasem yang kini anggota DPRD Bali ini. Wijera membantah soal krisis figur di internal Demokrat Karangasem, sehingga tokoh yang mendaftar nyalon bupati didominasi kalangan independen. “Kan proses penjaringan Cabup masih berjalan, belum ditutup. Nantilah, belum waktunya menyimpulkan,” tangkis politisi asal Banjar Buyan, Desa Menanga, Kecamatan Rendang ini.

Yang jelas, menurut Wijera, Demokrat kemungkinan akan mengusung kadernya, I Gusti Putu Eka Mulyawan, sebagai Cawabup Karangasem. Eka Mulyawan sendiri notabene merupakan putra dari Wijera. Dihubungi terpisah, Eka Mulyawan, mengaku siap mengemban amanat partainya jika dipercaya maju ke Pilkada 2010. “Saya siap menjalankan tugas partai, jika memang dipercaya,” katanya. Dengan demikian, Demokrat kemungkinan akan mengusung paket Bagiartha-Eka Mulyawan sebagai Cabup-Cawabup ke Pilkada Karangasem nanti. Asumsinya, Demokrat tidak mungkin melepas semua posisi untuk figur independen, seperti Lanang Rudiartha di posisi Cawabup, jika posisi Cabup diberikan kepada Bagiartha.

Dikonfirmasi terpiah, Ketua DPD II Golkar Karangasem yang juga figur incumbent, Wayan Geredeg, enggan banyak komentar soal manuver Demokrat menggalang koalisi untuk melawan partainya. Menurut Geredeg, pihaknya tengah konsentrasi melakukan penjaringan calon. “Konsentrasi kami adalah penjaringan calon. Secara resmi, Golkar belum menjalin koalisi dengan partai mana pun,” jelas Geredeg yang kemarin didampingi Sekretaris DPD II Golkar Karangasem, I Wayan Tama.

Wacana yang berkembang sebelumnya, Golkar akan bergandengan dengan koalisi tiga parpol gurem: PKPB, PKPI, dan PKS untuk mengusung Cabup-Cawabup ke Pilkada Karanmgasem 2010. Koalisi tiga parpol itu sudah menyodorkan figure Cawabup, yakni I Made Sukerena (politisi PKPI), untuk mendampingi Geredeg.

Menurut Geredeg, koalisi dengan tiga partai tersebut belum resmi, karena belum ada dilakukan deklarasikan. Ketiga parpol itu juga belum menyampaikan niatnya secara resmi ke Golkar. “Koalisi itu bagus, saya mesti berkoordinasi ke DPD I Golkar Bali,” kata Geredeg. “Deklarasi koalisi tiga partai secepatnya akan dilakukan. Selanjutnya, niat koalisi itu akan kita komunikasikan dengan Golkar,” ujar Ketua PKPI Karangasem, I Nengah Darma, yang dihubungi terpisah. Dengan dua koalisi parpol yang dibangin masing-masing dengan motor Golkar dan Demokrat, maka nantinya akan ada tiga paket Cabup-Cawabup dari parpol yang bertarung di Pilkada Karangasem. Satu paket calon lagi akan diusung PDIP. Kubu PDIP sudah mewacanakan akan mengusung Senator Wayan Sudirta (anggota DPD RI) sebagai Cabup. Bahkan, DPD PDIP Bali sudah mengusulkan ke DPP PDIP agar merekomendasi Sudirta sebagai Cabup. Alasannya, hanya Sudirta yang dianggap mampu mengalahkan figure incumbent Wayan Geredeg.

Sementara itu, Golkar dan Demokrat pilih bergandengan mengusung satu paket Cabup-Cawabup di Pilkada Tabanan 2010. Koalisi Golkar-Demokrat sudah ditandatangani pimpinan kedua parpol di Tabanan, Sabtu kemarin. Penandatanganan kesepakatan koalisi dilakukan di kediaman Ketua DPC Demokrat Tabanan, IGM Purnayasa, di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, kemarin sore.

Penandatanganan koalisi kemarin sore dilakukan Ketua DPD II Golkar Tabanan, Made Wirya, dan Ketua DPC Demokrat IGM Purnayasa, didampingi masing-masing sekretarisnya. Koalisi Golkar-Demokrat ini arahnya adalah tarung head to head melawan calon dari PDIP, yang kemungkinan akan mengusung di antara Ni Putu Eka Wiryastuti, Wayan Sukaja, Made Urip, IGG Putra Wirasana, dan Made Sudana sebagai Cabup. Kepada NusaBali, Purnayasa mengatakan koalisi yang disepakati kemarin baru tahap awal. Langkah selanjutnya adalah penempatan paket Cabup-Cawabup. Baik Golkar maupun Demokrat akan melakukan survei masing-masing terhadap nama-nama kandidat. “Setelah berkoalisi, nanti kita usung paket calon bersama,” terang Purnayasa.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPD II Golkar Tabanan, Ketut Loka Antara. Dia menyatakan koalisi ini bagian dari upaya menciptakan head to head melawan PDIP di Pilkada Tabanan 2010. Karena itu, pihaknya akan berusaha merangkul partai-partai lainnya agar tercipta head to head murni.

Saat ini, kata Loka, baik Golkar maupun Demokrat sama-sama melakukan penjaringan calon dengan mekanisme masing-masing. “Siapa pun yang terjaring di Golkar maupun Demokrat nanti, akan disetor ke DPP masing-masing untuk disurvei bersama,” terang Loka yang didampingi Made Wirya.

Sementara, jika parpol-parpol gurem mau bergabung ke dalam koalisi Golkar-Demokrat, maka kekuatan mereka nantinya akan mencapai sekitar 30 persen suara, berdasarkan hasil Pileg 2009. Golkar merupakan parpol pemenang kedua dengan meraih 6 kursi atau 15,0 persen DPRD Tabanan hasil Pileg 2009. Sedangkan Demokrat meraih 5 kursi atau 12,5 persen DPRD Tabanan. Dua parpol gurem lainnya, Hanura dan PKPB, hanya kebagian 2 kursi alias 5,0 persen.

Sebaliknya, PDIP tetap dominan dengan sekitar 67,5 persen suara di Dewan. Dari segi mesin partai, PDIP tentunya akan dengan mudah mengalahkan paket calon Golkar-Demokrat. Namun, dalam Pilkada, faktor figur yang diusung sangatlah menentukan. Dengan kepastian koalisi Golkar-Demokrat di Tabanan, maka dari 5 Pilkada serentak di Bali, 4 Mei 2010, terjadi koalisi Kuning-Biru di tiga daerah. Sebelumnya, Golkar-Demokrat sudah sepakat koalisi di Pilkada Denpasar dan Pilkada Badung. Di Denpasar, mereka kemungkinan akan mengusung figure independen Wayan Subawa sebagai Cawali untuk menghadapi figur incumbent dari PDIP: IB Rai Mantra-IGN Jaya Negara. Sedangkan di Badung, Golkar-Demokrat kemungkinan akan mengusung paket incumbent AA Gde Agung-Ketut Sudikerta untuk menghadapi calon PDIP, yang kemungkinan mengusung Prof Dr dr Wayan Wita sebagai Cabup. Golkar dan Demokrat tinggal mengupayakan koalisi di Pilkada Bangli 2010, dengan kemungkinan mengusung figur independen IB Brahmaputra sebagai Cabup. 7 k16,pam
AMLAPURA, NusaBali, Minggu, 29 November 2009

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:D:angry::angry-red::evil::idea::love::x:no-comments::ooo::pirate::?::(
:sleep::););)):0